Seri kedua Klub Kajian Buku (KKB) Mazhab Ciputat mengangkat tema “Feminisme Dekolonial: Meruntuhkan Kolonialisme terhadap Muslimah, dengan pembicara Hasnul Insani Djohar, Ph.D. (dosen dan Ketua Program Studi Sastra Inggris Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) pada Kamis, 2 Oktober 2025, pukul 19.00 WIB–selesai. Hasnul Insani Djohar tak lain merupakan pemegang gelar doktoral (Ph.D.) bidang sastra Inggris dari University of Exeter, Inggris yang menamatkan pendidikannya pada tahun 2019. Pada tahun 2024, Hasnul Insani Djohar menghasilkan karya buku berjudul “Rewriting Islam: Decolonialism, Justice, and Contemporary Muslimah Literature” yang diterbitkankan oleh Ohio State University. Ohio State University menyebutkan, buku Rewriting Islam karya Hasnul Insani Djohar memotret ihwal sepak terjang para penulis perempuan Ummah atau komunitas agama Muslim dan menggambarkan Muslimah yang memperjuangkan keadilan gender dan sosial, meskipun hidup sebagai minoritas di negara-negara makmur.
Dengan fokus utama buku tersebut yakni karya tulis Muslimah yang muncul sejak invasi Amerika Serikat (AS) ke Irak pada tahun 2003, Hasnul Insani Djohar mengkaji fiksi seperti The Girl in the Tangerine Scarf karya Mohja Kahf, A Map of Home karya Randa Jarrar, Hope and Other Dangerous Pursuits karya Laila Lalami, dan Alif the Unseen karya G. Willow Wilson. Hasnul Insani Djohar juga mengkaji puisi, memoar, dan cerita pendek. Karya-karya ini menggambarkan keragaman identitas dan budaya Muslimah di seluruh dunia. Dengan kerangka studi pascakolonial dan Islam, Hasnul Insani Djohar menyelidiki bagaimana para penulis tersebut berkontribusi pada perdebatan yang lebih luas seputar gender dan globalisasi—termasuk keadilan bagi imigran dan pengungsi, yang seringkali disalahkan atas masalah sosial alih-alih diakui sebagai korban imperialisme AS dan globalisasi kapitalis transnasional. Melalui pembacaan yang cermat dan perhatian cermat terhadap konteks sejarah, budaya, dan agama, Hasnul Insani Djohar mampu menjelaskan bagaimana penulis Muslimah Amerika mendekolonisasi keadilan dan kedaulatan kulit putih dengan mengangkat keterkaitan, spiritualitas, dan persaudaraan di berbagai komunitas.
Diskusi ini berfokus pada urgensi pendekatan dekolonial dalam studi Islam, yang digambarkan sebagai evolusi gagasan pribadi pembicara setelah kembali dari Amerika Serikat, terutama melalui publikasi buku “Dekolonisasi Metodologi Kritis dalam Studi Humaniora dan Studi Islam” tahun 2022. Dekolonisasi didefinisikan sebagai perlawanan terhadap segala manifestasi penjajahan epistemik atau Eurosentrisme, menentang pandangan serba Barat (al-ittijah al-gharbi). Penjajahan tidak hanya bersifat politik atau teritorial, tetapi juga mencakup penjajahan budaya dan pengetahuan. Manifestasi pengetahuan kolonial terlihat dalam asumsi dasar (seperti pandangan bahwa puncak evolusi manusia adalah sains Barat), penggunaan metode yang terlalu filologis dan western-centris, serta struktur kelembagaan yang mengabaikan kesarjanaan pribumi dan menganggapnya hanya sebagai raw material (bahan mentah). Secara ontologis, pendekatan dekolonial merupakan kritik mendasar terhadap universalisme Barat dan bertujuan meruntuhkan hegemoni serta monopoli epistemologi Barat, sambil memberikan kesejajaran pada sumber-sumber pengetahuan lain.